Ghost of Tsushima, Serunya Menjadi Seorang Samurai dengan Grafis Menawan

Posted on

Semenjak pertama-tama dikenalkan pada acara Paris Games Week 2017 lalu, banyak yang ingin tahu dengan Ghost of Tsushima. Sampai 3 tahun lamanya, pada akhirnya game garapan Sucker Punch ini sudah dikeluarkan dengan cara privat untuk PlayStation 4 serempak di semua dunia pada tanggal 17 Juli 2020.
Bila lihat dari kutipan trailer serta gameplay yang sudah diberikan, tentunya gamer akan memikir jika Ghost of Tsushima mempunyai keserupaan dengan waralaba Assassin’s Creed serta Nioh. Tetapi apakah yang disuguhi pada Ghost of Tsushima sebetulnya adalah suatu hal yang baru serta tidak sama dengan komponen yang sama.  Untuk game yang mendatangkan suatu hal yang baru, apa Ghost of Tsushima wajar untuk dipunyai? Nah kebetulan penulis memperoleh kehormatan oleh PlayStation Asia serta Sucker Punch untuk menjajal terlebih dulu Ghost of Tsushima dua minggu lebih dini dari waktu launching. 

Sesudah bermain sampai lebih dari pada 30 jam, berikut penjelasan penulis tentang Ghost of Tsushima. 

Cerita yang Sangat Luas

Ghost of Tsushima berlatar di era ke-13, dimana kerajaan Mongol lakukan invasi besar ke daerah Timur. Diperintah oleh jenderal Khotun Khan, invasi itu sukses menghajar semua Samurai yang ada serta menjajah tanah Tsushima. Cuma sisa seorang Samurai yang sukses selamat dari invasi itu, yakni Jin Sakai. 

Lihat apakah yang sudah dilaksanakan kerajaan Mongol pada tanah kelahirannya, Jin Sakai coba bangkit kembali serta kumpulkan kemampuan untuk memukul mundur pasukan Mongol. Dia berkemauan untuk lakukan apa saja yang dibutuhkan untuk kembalikan pulau Tsushima kembali lagi damai.

Tetapi upayanya tidak segampang yang dia pikirkan. Situasi yang makin kalut, membuat Jin harus tidak pedulikan kehormatannya untuk seorang Samurai dengan jalan yang baru, atau dikatakan sebagai “Ghost”.

Dari sinopsis singkat di atas, kamu dapat memikirkan bagaimana perselisihan penting yang berlangsung dalam Ghost of Tsushima. Tetapi dari perselisihan itu menimbulkan perselisihan yang lain yang perlu ditempuh oleh Jin. Semua perselisihan itu nanti akan dipisah dalam beberapa main quest serta dan side quest.

Hingga kamu dapat pilih untuk jalani quest yang mana terlebih dulu dituntaskan. Tiap quest mempunyai alur ceritanya semasing namun sama-sama terkait keduanya. Seperti melihat serial film Samurai, tiap main quest dikemas dengan narasi serta yang berlainan hingga membuat makin ingin tahu.

Ghost of Tsushima

Sambil jalankan quest, semasa diperjalanan kamu akan berjumpa dengan salah seorang masyarakat yang akan minta pertolongan. Side mission seperti berikut yang nanti akan turut memeriahkan penjelajahan kamu dalam suatu pulau namanya Tsushima pada tahun 1274.

Kamu akan mendapatkan beberapa binatang yang akan arahkan ke satu tempat spesifik, seperti tempat lawan ada, tempat item legendaris, serta yang lain. Yang tentu langkah ini makin hidupkan permainan supaya kamu tidak jemu waktu ada di perjalanan. 

Semasa 30 jam semakin, penulis baru merasai setengah narasi yang disuguhi pada Ghost of Tsushima. Untuk gamer yang ingin merasai gameplay dengan cara detil, karena itu penulis tidak menggebuk langsung main quest sampai usai, tetapi semakin pilih untuk mengakhiri side quest yang ada di seputar main quest terlebih dulu. Serta beberapa side quest yang didatangkan mempunyai narasi yang unik serta menghadiahkan yang bisa dipakai untuk melanjuti main quest. 

Sebatas info, narasi fiksi dalam Ghost of Tsushima sebetulnya mengadopsi dari cerita riil yang berlangsung di tahun 1274 yang lalu. Dimana bangsa Mongol betul-betul menginvasi Jepang dengan berkunjung ke pulau Tsushima yang terdapat antara dataran Korea serta Jepang.

Lord Shimura

Sayangnya, pasukan kecil itu harus patuh oleh pasukan Mongol yang mempunyai jumlah semakin banyak serta persenjataan yang semakin maju, seperti senjata yang memakai bahan peledak. Akhirnya, sebagian besar pasukan terbantai oleh pasukan Mongol. 

Sesudah tinggalkan Tsushima, pasukan Mongol melanjuti invasinya ke pulau paling dekat Jepang. Tetapi pasukan Mongol itu pada akhirnya diusir oleh kemampuan badai topan hebat yang merusak sebagian besar armada mereka yang ada di Kyushu, Jepang. Badai topan itu selanjutnya diketahui untuk “Kamikaze” atau “Angin Dewa” yang selamatkan Jepang dari invasi Mongol. 

Nah narasi dalam Ghost of Tsushima kira-kira mengadopsi cerita riil. Kamu akan lihat bagaimana pasukan Samurai yang diperintah oleh Lord Shimura terbantai habis oleh pasukan Mongol. Tetapi diakhir, kamu dapat lihat bagaimana pasukan Mongol pada akhirnya harus patuh serta tinggalkan pulau Tsushima.

Untuk game open-world tentunya akan tuntut satu grafis yang sesuai kenyataan serta menganakemaskan mata. Nah Sucker Punch sukses memberikan bukti pada grafis yang dipunyai oleh Ghost of Tsushima. Karena sangat menggagumkannya, bekas Presiden Sony Interactive Pertunjukan Worldwide Studios, Shuhei Yoshida sampai kagum pada karya dari Sucker Punch studio itu. 

Dalam Ghost of Tsushima, kamu akan bisa nikmati panorama Jepang pada era ke-13 yang dibuat kembali lagi dalam tehnologi era ini. Sucker Punch memperhatikan tiap detil grafis dalam Ghost of Tsushima. Kamu dapat lihat bagaimana satu desa yang habis terbakar oleh bangsa Mongol atau kuil besar yang memuat beberapa pengungsi karena invasi. 

Ghost film Samurai

Penggemar film Samurai tentu mengetaui film classic asal Jepang berjudul “Thronne of Blood” yang launching di tahun 1957. Film drama historis yang dibikin oleh Toho Studios ini menceritakan penjelajahan seorang Samurai yang dikemas dengan pertempuran antar Samurai yang kental. Menariknya, film itu ada dalam pola hitam serta putih hingga memberi nuansa “noir” atau gelap. 

Nah Sucker Punch mendatangkan Kurosawa Model yang memberi pengalaman yang hampir sama dengan melihat film Samurai classic itu. Ditambah lagi Sucker Punch sukses membuat penampilan antar muka Ghost of Tsushima seminimalis kemungkinan, hingga memberi kelonggaran buat gamer untuk nikmati keelokan grafis dengan cara penuh tanpa masalah di monitor. 

Ghost of Tsushima tidak memakai panah atau mini-map yang ada pada bagian monitor. Tetapi memakai hembusan angin yang membuat kamu merasai bagaimana enaknya berpetualang di game ini.

Tentu saja benar-benar menarik lihat bagaimana Ghost of Tsushima membuat navigasi yang sangat benar-benar unik. HUD apa saja yang kemungkinan mempunyai tujuan untuk memberi pemainnya berbentuk kenikmatan berbentuk visual.

Mekanisme Gameplay yang Baru 

Ghost of Tsushima mempunyai proses gameplay yang menarik, kamu dapat dengan bebas menghabisi pasukan Mongol dengan beberapa langkah. Kamu bisa pilih untuk bertemu dengan lawan dengan terhormat untuk seorang Samurai atau jadi seorang Ghost yang memercayakan ketangkasan. Dua proses ini pasti memberi pengalaman bermain yang tidak menjemukan. 

Tidak ada pilihan saat kamu ingin jadi Samurai atau Ghost. Melawan musuh dari terlalu jauh untuk bertanding dengan cara terhormat satu musuh satu. Atau menggempur musuh dengan stealth (diam-diam). Manfaatkan “rasa takut” musuh pada figur Jin yang ditakuti bak hantu dalam medan perang. 

Hal yang menarik dari Ghost of Tsushima ialah macam style bertanding yang efisien untuk menaklukkan musuh. Pada awal permainan, kamu akan mempunyai kekurangan untuk memakai style bertanding. Tetapi kamu dapat mempunyai semua macam style itu dengan mengakhiri tiap quest yang ada. Tiap quest yang dituntaskan kamu dapat memperoleh point yang bisa dipakai untuk menaikan kemampuan tree yang ada. 

Tiap style bertanding mempunyai kelebihannya semasing contohnya style bertanding untuk hadapi pasukan Mongol yang memakai pedang. Saat bertemu dengan lawan yang memakai tombak atau perisai. Kamu juga dapat keluarkan gempuran mematikan dengan memakai Resolve. Menaklukkan pimpinan pasukan atau lawan yang memiliki ukuran semakin besar. 

Untuk tingkatkan Resolve kamu harus sering-sering lakukan eksplorasi untuk mendapatkan tempat Bamboo Strike yang terselinap. Disamping itu kamu dapat juga mendapatkan tempat koleksi yang lain yang bermanfaat.

Skema upgrade senjata dalam Ghost of Tsushima juga unik. Kamu harus kumpulkan beberapa item yang menyebar di semua peta serta quest. Hingga kamu harus benar-benar cermat lihat barang loot disekitar agar terkumpul secara cepat. Seringkali mempelajari karena itu kamu bertambah cepat untuk meng-upgrade senjata, armour, serta perlengkapan yang lain. 

Pulau yang Sangat Luas untuk di Eksplorasi

Pulau Tsushima jadi tempat yang benar-benar pas untuk gamer yang suka mempelajari. Makin seringkali kamu berekplorasi karena itu kamu dapat mendapatkan mirakel yang belum tersingkap. Sisi dari side quest yang tidak tampil dengan cara automatis. Sebab benar-benar luas, karena itu kuda jadi alat transportasi yang akan kamu pakai. Serta kuda di sini dapat kamu panggil sesenang hati dengan memencet tombol kiri d-pad. 

Jangan cemas jika kamu harus berkunjung ke tempat awalnya tetapi ada benar-benar jauh. Sebab kamu dapat lakukan fast travel untuk mengirit waktu serta lebih efektif. Walau kamu harus membukat map atau mengakhiri quest itu terlebih dulu.

Audio yang Membangkitkan Suasana

Bukan hanya dimanja dengan visual yang mengagumkan, kamu akan dapat merasai bagiamana audio bisa menghidupkan situasi permainan. Yap, Sucker Punch sukses menginterpretasikan daerah Tsushima yang tenang serta masih alami. Kamu dapat merasai bagaimana nuansa beralih-alih saat ada di pegunungan, pedesaan, pinggir pantai, atau ditengah-tengah rimba sekalinya. Tidak percuma Sucker Punch keluarkan usaha yang besar untuk bikin audio yang benar-benar sesuai kenyataan. Dengan bawa sekumpulan team mereka untuk merekam audio langsung ke Jepang.

Fitur Photo Mode

Feature foto model kelihatannya telah jadi satu kewajiban yang ada untuk game kelas AAA. Akhirnya, gamer dapat berkreatifitas untuk membuahkan tangkapan gambar dalam game bak seorang photografer. Dalam foto model ini mempunyai banyak sekali kostumisasi yang bisa sesuai seperti keinginan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *